Batamat Al Quran Dalam Rangka Melestarikan Budaya Positif

AKSI  NYATA GURU  BERBAGI  -  MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF YANG  BERPIHAK  PADA  MURID “BATAMAT AL QURAN”

A. Latar Belakang

Pada saat sekolah berjalan normal sebelum adanya bencana Covid-19, banyak sekolah telah menjalankan kegiatan tadarus Al Qur’an setiap pagi hari sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini diharapkan dapat memberikan bekal iman dan taqwa kepada siswa. Bahkan ada beberapa sekolah yang memberikan bekal untuk menghafalkan Al Qur’an kepada siswanya dengan teknik dan strategi tertentu.

Begitu juga dengan sekolah kami SDN Sungai Lulut 2 yang berada di Kelurahan Sungai Lulut Kecamayan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yang di kenal dengan sebutan Serambi Mekah.

Pada setiap akhir tahun biasanya diadakan kegiatan Khataman Al Quran secara massal se Kecamatan, namun untuk tahun diupayakan kegaiatan tetap dilaksanakan dengan memeprhatikan protokol kesehatan yang ketat, seperti:

-       Mencek suhu badan sebelum memasuki tempat kegiatan

-       Memakai masker

-       Mencuci tangan dan

-       Menjaga jarak

Hal ini dilakukan agar Budaya Positif yang ada tetap terjaga dan dengan harapan agar musibah yang melanda bangsa Indonesia cepat berakhir

Oleh karena itu CGP mengangkat kegiatan ini sebagai aksi nyata dalam rangka memenuhi tugas dalam modul 1.4 yang berjudul “Menumbuhkan Budaya Positif Melalui Batamat Al Quran”

B.   Tujuan

Adapun tujuan dari aksi nyata, antara lain;

-       Menumbuhkan karakter siswa melalui budaya positif sekolah yakni meningkatkan nilai religius (Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia)

-       Menumbuhkan rasa saling menghargai diri sendiri dan orang lain

-       Memenuhi tugas dalam Modul 1.4 Pendidikan Calon Guru Penggerak

 

C.   Dukungan yang Dibutuhkan

Dalam melaksanakan kegiatan ini mendapat dukungan dari:

-       Orang tua siswa

-       Kepala Sekolah dan dewan guru

-       Peserta didik

-       Pengawas Sekolah (Bapak Korwil Kecamatan Sungai Tabuk)

-       Masyarakat

 

D.   Deskripsi Aksi Nyata

Dalam melaksanakan aksi nyata ini terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya:

-       Tahap Perencanaan dan persiapan

Pada tahap ini CGP melakukan diskusi dengan guru agama agar kegiatan Khataman dapat dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan.

-       Tahap Koordinasi

Dalam tahap ini CGP bersama dengan guru agama berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, dewan guru, pengajar Praktik, dan kemudian dilanjutkan dengan diadakan rapat dengan orang tua/wali siswa, yang disepakati pelaksanaan kegiatan direncanakan pada hari Selasa, 15 Juni 2021 yang bertempat di ruang kelas VI dan Kelas IV SDN Sungai Lulut 2

-       Tahap Pelaksanaan

Pada hari yang telah ditentukan tiba, yaitu hari Selasa, 15 juni 2021, kegiatan Khataman Al Quran dilaksanakan sesuai rencana yang telah dibuat, yaitu:

·         Seluruh peserta yang akan memasuki tempat kegiatan diperiksa suhu tubuh dengan memakai thermogun

·         Seluruh peserta mencuci tangan di tempat yang telah disediakan sebelum memasuki tempat kegiatan

·         Seluruh peserta memakai masker

·         Menjaga jarak

·         Pembukaan

·         Kegiatan Inti (Acara Khataman/ Batamat Al Quran)

·         Pembacaan Syair-syair maulid habsyi

·         Sambutan-Sambutan

·         Penyerahan Sertifikat Khatam

·         Doa Penutup

-       Tahap Refleksi

Tahap refleksi dan pelaporan aksi nyata yang dilakukan CGP pada tahap ini yakni melakukan penilaian unjuk kerja siswa dan refleksi kegiatan selama melaksanakan kegiatan.

 

E.   Hasil Aksi Nyata

Keberhasilan sebagai tolak ukur setelah pelaksanaan kegiatan:

1.    Peserta didik melaksanakan ketentuan yang telah dibuat

2.    Peserta didik disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan

3.    Peserta didik terlihat memiliki akhlak mulia

 

F.    Pembelajaran yang Di dapat

Dalam kegiatan yang berlangsung yaitu khataman Al Quran, banyak sekali keberhasilan dan juga kegagalan, ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Faktor Pendukung / Keberhasilan

Faktor Penghambat / Kegagalan

Dukungan dari pemangku kepentingan, sehingga kreativitas ide dapat tersalurkan

Adaptasi dari budaya lama ke
budaya baru membutuhkan proses
yang membutuhkan waktu serta
hasil yang bertahap

Sarana dan prasarana cukup memadai

Perbedaan karakteristik siswa
yang beragam.

 

G.   Rencana Perbaikan untuk masa Mendatang

1.    Konsistensi dalam melaksanakan penerapan budaya positif di kelas dan sekolah

2. Berkolaborasi dengan guru lainnya dalam hal penerapan budaya positif lainnya yang berpihak  pada murid.

3.     Refleksi  secara berkala atas pelaksanaan penerapan budaya positif

 

H.   Penutup

Demikian aksi nyata Modul 1.4 ” Menumbuhkan Budaya Positif Melalui Batamat Al Quran”. Semoga bermanfaat juga menginspirasi, Sekian dan terima kasih.

I.     Dokumentasi Aksi Nyata











A






Koneksi Antar Materi (Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak)

Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak yang Saya Pahami

Guru Penggerak diharapkan dapat menjadi agen transformasi dari sebuah perubahan kearah yang lebih baik, dalam hal ini seorang guru penggerak memiliki nilai-nilai yakni:

- Mandiri

- Inovatif

- Reflektif

- Kolaboratif dan 

- Berpihak pada murid

Dengan menerapkan nilai guru penggerak akan tercipta sebuah peran yang menggiringnya dalam sebuah perubahan. Peran Guru penggerak diantaranya:

- Pemimpin pembelajaran

- Menggerakkan komunitas praktisi

- Menjadi coach bagi guru lain

- Mendorong kolaborasi antar guru

- Mewujudkan kepemimpinan murid

Keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Keterkaitan antara nilai-nilai dan peran guru penggerak dengan filosofi Ki Hajar Dewantara adalah sangat sesuai dimana seorang guru harus dapat menerapkan dalam dirinya sifat keteladanan, penuntun, dan merdeka yang harus berpihak pada murid.

Strategi Keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Untuk mencapai nilai dan peran guru penggerak, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan:
- Meluruskan niat 
- Belajar lebih giat/mengikuti kegiatan yang meningkatkan kompetensi diri
- Berkolaborasi dengan rekan sejawat
Terus mencoba hal baru dan berinovasi dalam pembelajaran

Pihak yang Membantu

- Keluarga

- Kepala sekolah berjenjang ke atas

- Rekan sejawat/ anggota komunitas di sekolah

- Peserta didik

- Lingkungan sekitar




Soal ML1

ML 3. Bagasing


bagasing Suku Banjar
Gasing merupakan salah satu permainan tradisional anak-anak Nusantara yang layak untuk dilestarikan, namun sangat disayangkan permainan gasing tradisional ini pada masa sekarang cenderung terlupakan dan tergantikan oleh beragam jenis permainan produk asing. Padahal permainan gasing tradisional pada masa lalu tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Kalimantan hingga Papua.

Bentuk gasing sendiri cukup banyak dan setiap daerah juga memiliki beberapa bentuk Gasing, jika di Jawa memiliki gasing dengan delapan bentuk, sedangkan di Toraja, Sulawesi Selatan mengenal gasing dalam 32 bentuk. Sementara di Kalimantan khususnya Kalteng dalam permainan gasing tradisional atau Bagasing mengenal Gasing dalam dua varian bentuk yakni Gasing Pantau dan Gasing Balanga.

Permainan ini memiliki nama atau istilah masing-masing untuk setiap daerah di Indonesia. Jika permainan gasing tradisional khas Kalteng ini di Kalimantan Tengah disebut dikenal dengan sebutan Bagasing maka di Jawa Timur Bagasing dikenal sebagai “Kekehan”, di Yogyakarta Bagasing disebut “Patu“, Masyarakat Sunda mengenal Bagasing dengan sebutan “Bansing“, sedangkan warga Banyumas menyebut Bagasing dengan nama “Panggalan“.

Sementara di Kalimantan, Meliputi Kal-Teng Kalimantan Tengah), Kal-Sel (Kalimantan Selatan) dan Kal-Tim (Kalimantan Timur)  disebut  Bagasing


ML 2. Batamat Al Quran

Kegiatan Batamat ini dapat dilakukan secara invidual maupun berkelompok. Batamat secara individu dilaksanakan di rumah sendiri dengan mengundang tetangga terdekat, keluarga, dan teman anak belajar mengaji Alquran, dan tidak ketinggalan guru mengaji. Batamat secara kelompok pada umunya dilakukan dan dikoordinir oleh pihak pengelola taman pendidikan Alquran di lingkungan masing-masing

ML 1. Tokoh Ulama Banjar Guru Sekumpul


Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari (lahir di Tunggul IrangMartapura11 Februari 1942 – meninggal di Martapura10 Agustus 2005 pada umur 63 tahun) adalah salah seorang ulama dan tokoh yang sangat kharismatik dan populer di Kalimantan.
Terdapat beragam sebutan untuk Muhammad Zaini, di antaranya yang umum adalah:           1.    Qusyairi (nama kecil)
2.    Guru Sekumpul (sebutan yang paling populer)
3.    Guru Ijai (Guru Izai)
4.    Guru Ijai Sekumpul
5.    Tuan guru
6.    Abah guru
Adapun gelar panjang yang diberikan oleh masyarakat luas terutama dari kalangan ulama adalah:1.    Kyai Haji Muhammad Zaini Abdul Ghani2.    Syaikhuna Al-Alim Al-Allamah Muhammad Zaini bin Al-Arif billah Abdul Ghani
3.    Syaikhuna Al-Alim Al-Allamah Al-Arif billaah Al-Bahr Al-Ulum al-Waliy Al-Qutb As-Syaikh Al-Mukarram Maulana Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al-Banjari 

     Orang tua Guru Sekumpul Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dengan Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin.
Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari. Adapun silsilahnya adalah: Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin Mufti Muhammad Khalid bin Al-Alim Al-Allamah Al-Khalifah Hasanuddin bin Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari.
Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan anak pertama, sedangkan adiknya bernama Hj. Rahmah
Muhammad Zaini memiliki 2 orang putra, yaitu Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali.

 Guru Sekumpul sewaktu kecil selalu berada di samping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Mereka menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Al-Qur'an. Karena itulah, guru pertama dari Guru Sekumpul adalah ayah dan neneknya sendiri.
Semenjak kecil ia sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama.
Menurut riwayat, Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu Al-Alim Al-Fadhil Syaikh Zainal Ilmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.

Pendidikan
Lingkungan keluarga
Gemblengan ayah dan bimbingan intensif pamannya semenjak kecil betul-betul tertanam. Semenjak kecil ia sudah menunjukkan sifat mulia; penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan dan juga ditunjukkan oleh ayahnya sendiri. Seperti misalnya, suatu ketika hujan turun deras, sedangkan rumah Guru Sekumpul sekeluarga sudah sangat tua dan reot. Sehingga air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah.Pada waktu itu, ayahnya menelungkupinya untuk melindungi tubuhnya dari hujan dan rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan.
Abdul Ghani bin Abdul Manaf, ayah dari Guru Sekumpul juga adalah seorang pemuda yang saleh dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Cerita duka dan kesusahan sekaligus juga merupakan intisari kesabaran, dorongan untuk terus berusaha yang halal, menjaga hak orang lain, jangan mubazir, bahkan sistem mengelola usaha dagang dia sampaikan kepada generasi sekarang lewat cerita-cerita itu.
Beberapa cerita yang diriwayatkan adalah sewaktu kecil mereka sekeluarga yang terdiri dari empat orang hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji telur, dibagi empat. Tak pernah satu kalipun di antara mereka yang mengeluh. Pada masa-masa itu juga, ayahnya membuka kedai minuman. Setiap kali ada sisa teh, ayahnya selalu meminta izin kepada pembeli untuk diberikan kepada Qusyairi. Sehingga kemudian sisa-sisa minuman itu dikumpulkan dan diberikan untuk keluarga.
Adapun sistem mengatur usaha dagang, ayah Guru Sekumpul menyampaikan bahwa setiap keuntungan dagang itu mereka bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk disumbangkan. Salah seorang ustadz setempat pernah mengomentari hal ini, “bagaimana tidak berkah hidupnya kalau seperti itu.” Pernah sewaktu kecil Qusyairi bermain-main dengan membuat sendiri mainan dari gadang pisang. Kemudian sang ayah keluar rumah dan melihatnya. Dengan ramah sang ayah menegurnya, “Nak, sayangnya mainanmu itu. Padahal bisa dibuat sayur.” Qusyairi langsung berhenti dan menyerahkannya kepada sang ayah.


Sekolah Madrasah Darussalam Pada tahun 1949 saat berusia 7 tahun, ia mengikuti pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura.Kemudian tahun 1955 pada usia 13 tahun, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darussalam, MartapuraPada masa ini ia sudah belajar dengan guru-guru besar yang spesialis dalam bidang keilmuan seperti:

1.     1.       Al-Alim Al-Fadhil Syarani Arif 2.       Al-Alim Al-Fadhil Husain Qadri3.       Al-Alim Al-Fadhil Salim Maruf4.       Al-Alim Al-Allamah Syaikh Seman Mulia5.       Al-Alim Syaikh Salman Jalil.       Al-Alim Al-Fadhil Al-Hafizh Syaikh Nashrun Thahir7.       KH. Aini Kandangan.

Tiga yang terakhir merupakan gurunya yang secara khusus untuk pendalaman Ilmu Tajwid.

Hafal Al-Qur'an dan Tafsir Jalalain


Beberapa Catatan lain berupa beberapa kelebihan dan keanehan Qusyairi adalah dia sudah hafal Al-Qur'an semenjak berusia 7 tahun. Kemudian hapal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun.



Sapinah al-Auliya


Pada usia 9 tahun pas malam jumat Qusyairi bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Qusyairi ingin masuk, tetapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Dia pun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, ia kembali bermimpi hal serupa. Dan pada malam jumat ketiga, ia kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini ia dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syekh. Ketika sudah masuk ia melihat masih banyak kursi yang kosong.
Ketika Qusyairi merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka tak dikira orang yang pertama kali menyambutnya dan menjadi guru adalah orang yang menyambutnya dalam mimpi tersebut.
Kasyaf Hissi

Dalam usia kurang lebih 10 tahun, sudah mendapat khususiah dan anugerah dari Tuhan berupa Kasyaf Hissi yaitu melihat dan mendengar apa yang ada di dalam atau yang terdinding.
Dalam usia itu pula Qusyairi pernah didatangi oleh seseorang bekas pemberontak yang sangat ditakuti masyarakat akan kejahatan dan kekejamannya. Kedatangan orang tersebut tentunya sangat mengejutkan keluarga di rumah dia. Namun apa yang terjadi, laki-laki tersebut ternyata ketika melihat Qusyairi langsung sungkem dan minta ampun serta memohon minta dikontrol atau diperiksakan ilmunya yang selama itu ia amalkan, jika salah atau sesat minta dibetulkan dan dia pun minta agar ditobatkan.

Syekh Seman Mulia

Syaikh Seman Mulia adalah pamannya yang secara intensif mendidiknya baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah. Dan ketika mendidik Guru Sekumpul, Guru Seman hampir tidak pernah mengajarkan langsung bidang-bidang keilmuan itu kepadanya kecuali di sekolahan. Tetapi, Guru Seman langsung mengajak dan mengantarkan dia mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan sepesialisasinya masing-masing baik di daerah Kal-Sel (Kalimantan) maupun di Jawa untuk belajar. Seperti misalnya ketika ingin mendalami Hadits dan Tafsir, guru Seman mengajak (mengantarkan) Guru Sekumpul kepada al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang terkenal sebagai muhaddits dan ahli tafsir. Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari ternyata Guru Tuha Seman Mulia adalah pakar di semua bidang keilmuan Islam itu. Tapi karena kerendahan hati dan tawadhu tidak menampakkannya ke depan khalayak.

Semenjak kecil, pergaulannya betul-betul dijaga. Kemana pun bepergian selalu ditemani. Pernah suatu ketika Qusyairi ingin bermain-main ke pasar seperti layaknya anak sebayanya semasa kecil. Saat memasuki gerbang pasar, tiba-tiba muncul pamannya, Syaikh Seman Mulia di hadapannya dan memerintahkan untuk pulang. Orang-orang tidak ada yang melihat Syekh, begitu juga sepupu yang menjadi ”bodyguard”-nya. Dia pun langsung pulang ke rumah.

Syekh Salman Jalil

Sedangkan al-Alim al-Allamah Salman Jalil adalah pakar ilmu falak dan ilmu faraidh. (Pada masa itu, hanya ada dua orang pakar ilmu falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya yaitu dia dan almarhum K.H. Hanafiah Gobet). Selain itu, Salman Jalil juga adalah Qhadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN Antasari Banjarmasin. Salman Jalil ini pada masa tuanya kembali berguru kepada Guru Sekumpul sendiri. Peristiwa ini yang ia contohkan kepada generasi sekarang agar jangan sombong, dan lihatlah betapa seorang guru yang alim besar tidak pernah sombong di hadapan kebesaran ilmu pengetahuan, meski yang sekarang sedang menyampaikannya adalah muridnya sendiri.


Guru khusus

Selain itu, di antara guru-guru Guru Sekumpul lagi selanjutnya:

1.       Syekh Syarwani Abdan Bangil2.       Al-Alim Al-Allamah Al-Syaikh Al-Sayyid Muhammad Amin KutbiKedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus dia, atau meminjam perkataan dia sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah).Dari beberapa guru dia lagi adalah:
1.       Kyai Falak (Bogor)
2.       Syaikh Yasin bin Isa Padang (Makkah)
3.       Syaikh Hasan Masyath4.       Syaikh Ismail Al-Yamani5.       Syaikh Abdul Kadir Al-Bar

Dakwah, ketokohan & pengaruhPetuah

Salah satu pesan Guru Sekumpul adalah tentang karamah, yakni agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Karena bagaimanapun juga karamah adalah anugrah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau skill. Karena itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Dan karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah itu sendiri. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tetapi salatnya tidak karuan, maka itu bukan karamah, tetapi bakarmi (orang yang keluar sesuatu dari duburnya).Guru Sekumpul juga sempat memberikan beberapa pesan kepada seluruh masyarakat Islam, yakni:1.    Menghormati ulama dan orang tua
2.    Baik sangka terhadap muslimin
3.    Murah harta
4.    Manis muka
5.    Jangan menyakiti orang lain
6.    Mengampunkan kesalahan orang lain
7.    Jangan bermusuh-musuhan
8.    Jangan tamak atau serakah
9.    Berpegang kepada Allah, pada kabul segala hajat
10.  Yakin keselamatan itu pada kebenaran.
 Karya tulis

Karya tulisnya adalah sebagai berikut:

1.     Risalah Mubaraqah.
2.     Manaqib Asy-Syekh As-Sayyid Muhammad bin Abdul Karim Al-Qadiri Al-Hasani As-Samman Al-Madani.
3.     Ar-Risalatun Nuraniyah fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah.
4.     Nubdzatun fi Manaqibil Imamil Masyhur bil Ustadzil a’zham Muhammad bin Ali Ba’alawy.
 
Meninggal dunia
Kronologis
1.     Guru Sekumpul sempat dirawat di Rumah Sakit Mount ElizabethSingapura, selama 10 hari.
2.     9 Agustus 2005, (Selasa malam) sekitar pukul 20.30, Guru Sekumpul tiba di Bandar Udara Syamsuddin NoorBanjarbaru, dengan menggunakan pesawat carter F-28.
3.     10 Agustus 2005 (Rabu pagi) pukul 05.10, Guru Sekumpul menghembuskan napas terakhir dan berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun di kediamannya sekaligus komplek pengajian, Sekumpul Martapura. Guru Sekumpul meninggal karena komplikasi akibat gagal ginjal.
4.     Rabu sore pukul 16.00, shalat jenazah dilaksanakan di Mushalla Ar-Raudhah
Begitu mendengar kabar meninggalnya Guru Sekumpul lewat pengeras suara di masjid-masjid selepas salat subuh, masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berdatangan ke Sekumpul Martapura untuk memberikan penghormatan terakhir pada almarhum.
Pasar Martapura yang biasanya sangat ramai pada pagi hari, Rabu pagi itu sepi karena hampir semua kios dan toko-toko tutup. Suasana yang sama juga terlihat di beberapa kantor dinas, termasuk Kantor Bupati Banjar. Sebagian besar karyawan datang ke Sekumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di dekat Mushalla Ar Raudhah, Rabu sore sekitar pukul 16.00, warga masyarakat yang datang diberikan kesempatan untuk melakukan salat jenazah secara bergantian. Kegiatan ibadah ini berpusat di Mushalla Ar Raudhah, Sekumpul, yang selama ini dijadikan tempat pengajian oleh Guru Sekumpul.