Batamat Al Quran Dalam Rangka Melestarikan Budaya Positif

AKSI  NYATA GURU  BERBAGI  -  MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF YANG  BERPIHAK  PADA  MURID “BATAMAT AL QURAN”

A. Latar Belakang

Pada saat sekolah berjalan normal sebelum adanya bencana Covid-19, banyak sekolah telah menjalankan kegiatan tadarus Al Qur’an setiap pagi hari sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini diharapkan dapat memberikan bekal iman dan taqwa kepada siswa. Bahkan ada beberapa sekolah yang memberikan bekal untuk menghafalkan Al Qur’an kepada siswanya dengan teknik dan strategi tertentu.

Begitu juga dengan sekolah kami SDN Sungai Lulut 2 yang berada di Kelurahan Sungai Lulut Kecamayan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar yang di kenal dengan sebutan Serambi Mekah.

Pada setiap akhir tahun biasanya diadakan kegiatan Khataman Al Quran secara massal se Kecamatan, namun untuk tahun diupayakan kegaiatan tetap dilaksanakan dengan memeprhatikan protokol kesehatan yang ketat, seperti:

-       Mencek suhu badan sebelum memasuki tempat kegiatan

-       Memakai masker

-       Mencuci tangan dan

-       Menjaga jarak

Hal ini dilakukan agar Budaya Positif yang ada tetap terjaga dan dengan harapan agar musibah yang melanda bangsa Indonesia cepat berakhir

Oleh karena itu CGP mengangkat kegiatan ini sebagai aksi nyata dalam rangka memenuhi tugas dalam modul 1.4 yang berjudul “Menumbuhkan Budaya Positif Melalui Batamat Al Quran”

B.   Tujuan

Adapun tujuan dari aksi nyata, antara lain;

-       Menumbuhkan karakter siswa melalui budaya positif sekolah yakni meningkatkan nilai religius (Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia)

-       Menumbuhkan rasa saling menghargai diri sendiri dan orang lain

-       Memenuhi tugas dalam Modul 1.4 Pendidikan Calon Guru Penggerak

 

C.   Dukungan yang Dibutuhkan

Dalam melaksanakan kegiatan ini mendapat dukungan dari:

-       Orang tua siswa

-       Kepala Sekolah dan dewan guru

-       Peserta didik

-       Pengawas Sekolah (Bapak Korwil Kecamatan Sungai Tabuk)

-       Masyarakat

 

D.   Deskripsi Aksi Nyata

Dalam melaksanakan aksi nyata ini terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya:

-       Tahap Perencanaan dan persiapan

Pada tahap ini CGP melakukan diskusi dengan guru agama agar kegiatan Khataman dapat dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan.

-       Tahap Koordinasi

Dalam tahap ini CGP bersama dengan guru agama berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, dewan guru, pengajar Praktik, dan kemudian dilanjutkan dengan diadakan rapat dengan orang tua/wali siswa, yang disepakati pelaksanaan kegiatan direncanakan pada hari Selasa, 15 Juni 2021 yang bertempat di ruang kelas VI dan Kelas IV SDN Sungai Lulut 2

-       Tahap Pelaksanaan

Pada hari yang telah ditentukan tiba, yaitu hari Selasa, 15 juni 2021, kegiatan Khataman Al Quran dilaksanakan sesuai rencana yang telah dibuat, yaitu:

·         Seluruh peserta yang akan memasuki tempat kegiatan diperiksa suhu tubuh dengan memakai thermogun

·         Seluruh peserta mencuci tangan di tempat yang telah disediakan sebelum memasuki tempat kegiatan

·         Seluruh peserta memakai masker

·         Menjaga jarak

·         Pembukaan

·         Kegiatan Inti (Acara Khataman/ Batamat Al Quran)

·         Pembacaan Syair-syair maulid habsyi

·         Sambutan-Sambutan

·         Penyerahan Sertifikat Khatam

·         Doa Penutup

-       Tahap Refleksi

Tahap refleksi dan pelaporan aksi nyata yang dilakukan CGP pada tahap ini yakni melakukan penilaian unjuk kerja siswa dan refleksi kegiatan selama melaksanakan kegiatan.

 

E.   Hasil Aksi Nyata

Keberhasilan sebagai tolak ukur setelah pelaksanaan kegiatan:

1.    Peserta didik melaksanakan ketentuan yang telah dibuat

2.    Peserta didik disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan

3.    Peserta didik terlihat memiliki akhlak mulia

 

F.    Pembelajaran yang Di dapat

Dalam kegiatan yang berlangsung yaitu khataman Al Quran, banyak sekali keberhasilan dan juga kegagalan, ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Faktor Pendukung / Keberhasilan

Faktor Penghambat / Kegagalan

Dukungan dari pemangku kepentingan, sehingga kreativitas ide dapat tersalurkan

Adaptasi dari budaya lama ke
budaya baru membutuhkan proses
yang membutuhkan waktu serta
hasil yang bertahap

Sarana dan prasarana cukup memadai

Perbedaan karakteristik siswa
yang beragam.

 

G.   Rencana Perbaikan untuk masa Mendatang

1.    Konsistensi dalam melaksanakan penerapan budaya positif di kelas dan sekolah

2. Berkolaborasi dengan guru lainnya dalam hal penerapan budaya positif lainnya yang berpihak  pada murid.

3.     Refleksi  secara berkala atas pelaksanaan penerapan budaya positif

 

H.   Penutup

Demikian aksi nyata Modul 1.4 ” Menumbuhkan Budaya Positif Melalui Batamat Al Quran”. Semoga bermanfaat juga menginspirasi, Sekian dan terima kasih.

I.     Dokumentasi Aksi Nyata











A






Koneksi Antar Materi (Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak)

Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak yang Saya Pahami

Guru Penggerak diharapkan dapat menjadi agen transformasi dari sebuah perubahan kearah yang lebih baik, dalam hal ini seorang guru penggerak memiliki nilai-nilai yakni:

- Mandiri

- Inovatif

- Reflektif

- Kolaboratif dan 

- Berpihak pada murid

Dengan menerapkan nilai guru penggerak akan tercipta sebuah peran yang menggiringnya dalam sebuah perubahan. Peran Guru penggerak diantaranya:

- Pemimpin pembelajaran

- Menggerakkan komunitas praktisi

- Menjadi coach bagi guru lain

- Mendorong kolaborasi antar guru

- Mewujudkan kepemimpinan murid

Keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Keterkaitan antara nilai-nilai dan peran guru penggerak dengan filosofi Ki Hajar Dewantara adalah sangat sesuai dimana seorang guru harus dapat menerapkan dalam dirinya sifat keteladanan, penuntun, dan merdeka yang harus berpihak pada murid.

Strategi Keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Untuk mencapai nilai dan peran guru penggerak, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan:
- Meluruskan niat 
- Belajar lebih giat/mengikuti kegiatan yang meningkatkan kompetensi diri
- Berkolaborasi dengan rekan sejawat
Terus mencoba hal baru dan berinovasi dalam pembelajaran

Pihak yang Membantu

- Keluarga

- Kepala sekolah berjenjang ke atas

- Rekan sejawat/ anggota komunitas di sekolah

- Peserta didik

- Lingkungan sekitar